PERDAMAIAN ADALAH KENISCAYAAN

Bahkan sebelum perang diletuskan, penderitaan telah merambah di mana-mana. Di wajah para anak-anak,wanita, orang tua.

Di wajah hidup itu sendiri.

Dan ketika sangkala perang ditiupkan lengkaplah sudah penderitaan
itu dengan erangan, rintihan, kematian dan ratapan.

Dan itu tak berhenti di sini. Angin sejarah akan membawanya terus ke abad-abad yang takkan terlupakan. Tak sedikit mereka yang tak tahu apakah perang masih berlangsung, atau telah usai.

Karena tatapan angkara murka tak pernah mau lenyap begitu saja.

Betapa pun luhurnya alasan sebuah perang, ia selalu jadi cerita duka manusia.

Hidup ini selalu penuh dengan pilihan-pilihan. Selalu saja ada orang yang menyempitkan pilihan itu jadi sebuah keharusan.

Maka, ketika perang adalah keharusan, perdamaian tentulah keniscayaan.

Mari kita tanyakan pada hati sendiri, di tengah ketepekuran di pagi buta, sesungguhnya apa yang selalu kita dambakan dalam hidup ini.

Mungkin hanya ada satu bisikan lirih yang nyaris tak terdengar namun jernih: ‘hidup penuh kedamaian’.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top